chhaiyya chhaiyya
Berikut ini adalah terjemah lagu ‘chhaiyya chhaiyya’ dari film Dil Se,,
–Wanita–
Jinke sar ho ishq ki chhaaon
Dia yang kepalanya di bawah naungan cinta
Paaon ke neeche jannat hogi
Di bawah kakinya akan surga
Jinke sar ho ishq ki chhaaon
Dia yang kepalanya di bawah naungan cinta
–Pria–
Chal chhaiyya chhaiyya chhaiyya chhaiyya – 2
Ayo, bayangan saya, bayangan, bayangan, bayangan
Chhaiyya chhaiyya chhaiyya chhaiyya
Bayangan saya, bayangan, bayangan, bayangan
Chal chhaiyya chhaiyya chhaiyya chhaiyya
Ayo, bayangan saya, bayangan, bayangan
Chal chhaiyya chhaiyya chhaiyya chhaiyya – 2
Ayo, bayangan saya, bayangan, bayangan, bayangan
Chhaiyya chhaiyya chhaiyya chhaiyya
Ayo, bayangan saya, bayangan, bayangan
Chal chhaiyya chhaiyya chhaiyya
Ayo, bayangan saya, bayangan, bayangan
Sar ishq ki chhaaon chal chhaiyya chhaiyya
Dengan kepala Anda di bawah naungan cinta, datang bayangan saya
Sar ishq ki chhaaon chal chhaiyya
Dengan kepala Anda di bawah naungan cinta, datang bayangan saya
Paaon jannat chale chal chhaiyya chhaiyya
Biarlah kakiku berjalan di atas surga, datang bayangan saya
Paaon jannat chale chal chhaiyya
Biarlah kakiku berjalan di atas surga, datang bayangan saya
–Berdua–
Chal chhaiyya chhaiyya chhaiyya chhaiyya – 4
Ayo, bayangan saya, bayangan, bayangan, bayangan
–Pria–
Voh yaar hai jo khushboo ki tarah
Bahwa teman (kekasih) yang seperti wewangian
Jiski zubaan urdu ki tarah
bahasa siapakah seperti Urdu
–Berdua–
Meri shaam raat, meri kaayanat
Dia adalah malam saya dan malam alam semesta saya
Voh yaar mera saiyya saiyya
Dia adalah teman saya, kekasihku tercinta
Chal chhaiyya chhaiyya chhaiyya chhaiyya – 2
Ayo, bayangan saya, bayangan, bayangan, bayangan
–Wanita–
Chal chhaiyya chhaiyya chhaiyya chhaiyya – 2
Ayo, bayangan saya, bayangan, bayangan, bayangan
–Pria–
Gulposh kabhi itraaye kahin maheke to nazar aa jaaye kahin – 2
Kadang-kadang tersembunyi memamerkan bunga itu sendiri,
Taaviz banaake pehen usse, aayat ki tarah mil jaaye kahin – 2
Jika memungkinkan dari keharuman maka datang ke tampilan
Gulposh kabhi itraaye kahin maheke to nazar aa jaaye kahin
Kadang-kadang tersembunyi memamerkan bunga itu sendiri,
–Wanita–
Taavis banaake pehen usse, aayat ki tarah mil jaaye kahin
Memakainya seperti jimat suci, maka akan menjadi seperti sebuah ayat agama
–Pria–
(Voh yaar hai jo imaan ki tarah)
Bahwa teman yang seperti seorang pemimpin spiritual (hati nurani)
Mera nagma vohi, mera kalma vohi
Dia adalah melodi saya, dia ayat Quran saya
Mera nagma nagma, mera kalma kalma
melodi saya, melodi, ayat Quran saya, ayat Al-Quran
–Berdua–
Mera nagma nagma, mera kalma kalma – 3
melodi saya, melodi, ayat Quran saya, ayat Al-Quran
–Pria–
Yaar misaale os chale, paaon ke tale firdos chale
Dia berjalan seperti embun pagi, di bawah kakinya bergerak surga
Kabhi daal daal kabhi paat paat
Kadang-kadang cabang pohon, kadang-kadang daun
Main hawa pe dhoondoon uske nishaan
Saya mencari jejaknya di udara
Sar ishq ki chhaaon chal chhaiyya chhaiyya
Dengan kepala Anda di bawah naungan cinta, datang bayangan saya
Sar ishq ki chhaaon chal chhaiyya
Dengan kepala Anda di bawah naungan cinta, datang bayangan saya
Paaon jannat chale chal chhaiyya chhaiyya
Biarlah kakiku berjalan di atas surga, datang bayangan saya
Paaon jannat chale chal chhaiyya
Biarlah kakiku berjalan di atas surga, datang bayangan saya
–Berdua–
Chal chhaiyya chhaiyya chhaiyya chhaiyya – 4
Come, my shadow, shadow, shadow, shadow
–Pria–
Main uske roop ka shaidaayi, voh dhoop chhaaon sa harjaayi
Akulah pengagum kecantikannya, dia adalah seorang pengembara seperti siang hari dan bayangan
Voh shokh ka rang badalta hai, main rang roop ka saudaai
Dia mengubah warna cahaya nya, aku adalah barterer warna dan keindahan
–Wanita–
Main rang roop ka saudaai
ku adalah bartender warna dan keindahan
–Pria–
Jinke sar ho ishq ki chhaaon, paaon ke neeche jannat hogi – 2
Dia yang kepalanya di bawah naungan cinta, di bawah kakinya akan surga
Shaam raat, meri kaayanat, voh yaar mera saiyya saiyya
Sore dan malam, alam semesta saya, teman yang saya cintai, terkasih
–Wanita–
Chal chhaiyya chhaiyya chhaiyya chhaiyya – 4
Ayo, bayangan saya, bayangan, bayangan, bayangan
–Pria–
Sar ishq ki chhaaon chal chhaiyya chhaiyya
Dengan kepala Anda di bawah naungan cinta datang, bayangan saya
Sar ishq ki chhaaon chal chhaiyya
Dengan kepala Anda di bawah naungan cinta datang, bayangan saya
Paaon jannat chale chal chhaiyya chhaiyya
Biarlah kakiku berjalan di atas surga, datang bayangan saya
Paaon jannat chale chal chhaiyya
Biarlah kakiku berjalan di atas surga, datang bayangan saya
–Berdua–
Chal chhaiyya chhaiyya chhaiyya chhaiyya – 4
Ayo, bayangan saya, bayangan, bayangan, bayangan
–Pria–
Voh yaar hai jo khushboo ki tarah
Bahwa teman (kekasih) yang seperti wewangian
Voh jiski zubaan urdu ki tarah
bahasa siapakah seperti Urdu
Meri shaam raat, meri kaayanat
Dia adalah malam saya dan malam alam semesta saya
Voh yaar mera saiyya saiyya
Dia adalah teman saya, kekasihku, tercinta
Chal chhaiyya chhaiyya chhaiyya chhaiyya – 4
Ayo, bayangan saya, bayangan, bayangan, bayangan
–Berdua–
Chal chhaiyya chhaiyya chhaiyya chhaiyya – 4
Ayo, bayangan saya, bayangan, bayangan, bayangan
–Pria–
Chhaiyya chhaiyya chhaiyya chhaiyya
Ayo, bayangan saya, bayangan, bayangan, bayangan
Chal chhaiyya chhaiyya chhaiyya chhaiyya
Ayo, bayangan saya, bayangan, bayangan, bayangan
Bagi yang mau mendownload lagu nya, klik di sini.
Dan untuk video clipnya klik di sini.
Ya Allah, Aku Jatuh Cinta
Ketika cinta mulai melanda pada jiwa seseorang terkadang mereka lupa akan hakekat dari cinta yang sesungguhnya. Mereka lupa akan fitroh dari cinta itu sendiri. Bahwasannya keutamaan cinta hanyalah milik Allah dan kasih sayanglah milik sesama. Betapa manisnya cinta sehingga banyak manusia yang larut di dalamnya. Dengan cinta seorang wanita mampu membeli mahligai sang raja. Dengan cinta seorang wanita mampu menjadikan lelaki budaknya yang setia mengantar jemputnya serta memenuhi segala hasratnya. Bahkan ustadz sekaliber apapun akan terlena di dalamnya. Cinta masuk melalui jalan da’wah lalu dengan halus Virus merah jambu itu masuk ke dalam hati ustadz untuk memberikan tausyiah pada para akhwat dengan niat yang tak lurus lagi. Lalu sang Jamaah wanita pun meminta nomor hp ustadz untuk di tausyiah di malam hari di saat banyak orang terlelap. Ustadz yang muda dan tampan pun akan tergugah hatinya. Begitu hebatnya cinta sehingga banyak orang yang tergugah dengannya. Allah sengaja menciptakan Cinta sebagai ujian seberapa besar cinta kita pada-Nya. mampukah kita mencintai-Nya lebih dari segala apa yang ada di sekeliling kita??
Meski mata telah ku tundukkan, Tangan tak lagi menyentuh, Lidah pun dengan tegas berkata TIDAK..!! Namun ketika datangnya cinta aku lemah tak berdaya.
Ya Allah, Lindungilah aku dari cinta yang menjauhkan aku dari-Mu.. Dekatkanlah aku pada cinta yang mendekatkan aku pada-Mu..
Mutiara Hadits Imam Ja‘far as
• “Waspadalah terhadap tiga orang: pengkhianat, pelaku zalim, dan pengadu domba. Sebab, seorang yang berkhianat demi dirimu, ia akan berkhianat terhadapmu dan seorang yang berbuat zalim demi dirimu, ia akan berbuat zalim terhadapmu. Juga seorang yang mengadu domba demi dirimu, ia pun akan melakukan hal yang sama terhadapmu.”
• “Tiga manusia adalah sumber kebaikan: manusia yang mengutamakan diam (tidak banyak bicara), manusia yang tidak melakukan ancaman, dan manusia yang banyak berzikir kepada Allah.”
• “Sesungguhnya puncak keteguhan adalah tawadhu’.” Salah seorang bertanya kepada Imam, “Apakah tanda-tanda tawadhu’ itu?” Beliau menjawab, “Hendaknya kau senang pada majlis yang tidak memuliakanmu, memberi salam kepada orang yang kau jumpai, dan meninggalkan perdebatan sekalipun engkau di atas kebenaran.”
• Seorang laki-laki seringkali mendatangi Imam Ja‘far as, kemudian dia tidak pernah lagi datang. Tatkala Imam as menanyakan keadaannya, seseorang menjawab dengan nada sinis, “Dia seorang penggali sumur.” Imam as membalasnya, “Hakekat seorang lelaki ada pada akal budinya, kehormatannya ada pada agamanya, kemuliannya ada pada ketakwaannya, dan semua manusia sama-sama sebagai Bani Adam.”
• “Hati-hatilah terhadap orang yang teraniaya, karena doanya akan terangkat sampai ke langit.”
• “Ulama adalah kepercayaan para rasul. Dan bila kau temukan mereka telah percaya pada penguasa, maka curigailah ketakwaan mereka.”
• “Tiga perkara dapat mengeruhkan kehidupan: penguasa zalim, tetangga yang buruk, dan perempuan pencarut. Dan tiga perkara yang tidak akan damai dunia ini tanpanya, yaitu keamanan, keadilan, dan kemakmuran.”
sumber : opicksite.net
Mukjizat mukjizat Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam
Disini akan diuraikan sedikit tentang mukjizat Rasulullah saw. Sebenarnya banyak sekali mukjizat Beliau, karena memang seluruh kehidupan beliau adalah menakjubkan.
1. Bulan Terbelah
“Telah hampir saat (qiamat) dan telah terbelah bulan.” (Quran, 54:1)”
Berita tentang terbelahnya bulan pada jaman Nabi saw banyak diriwayatkan oleh para Shahabat, sehingga hadis tentang terbelahnya bulan adalah hadis Muthawatir.
Diriwayatkan oleh Abdullah bin Masud: “Pada masa hidup Nabi saw, bulan terbelah dua dan melihat ini Nabi saw bersabda: “Saksikanlah!”
(Sahih Bukhari, juz 4 no 830)”
Diriwayatkan oleh Anas: “Ketika orang-orang Mekah meminta Rasulullah saw untuk menunjukkan mukjizat, maka Nabi menunjukkan bulan yang terbelah.”
(Sahih Bukhari, juz 4 no 831)”
Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas: “Bulan terbelah menjadi dua pada masa hidup Nabi saw.” (Sahih Bukhari, juz 4 no 832)”
Diriwayatkan oleh Anas bin Malik: “Orang-orang Mekah meminta Nabi saw untuk menunjukkan sebuah mukjizat. Maka Beliau menunjukkan bulan yang terbelah menjadi dua bagian, sehingga gunung Hira’ itu dapat mereka lihat diantara dua belahannya.”
(Sahih Bukhari, juz 5 no 208)”
Diriwayatkan oleh ‘Abdullah: “Diwaktu kami bersama-sama Rasulullah saw di Mina, maka terbelah bulan, lalu sebelahnya berlindung dibelakang gunung, maka sabda Rasulullah saw: “Saksikanlah!” Saksikanlah!”
(Sahih Bukhari, juz 5 no 209)”
Diriwayatkan oleh ‘Abdullah bin ‘Abbas: “Pada masa hidup Nabi saw bulan terbelah menjadi dua.” (Sahih Bukhari, juz 5 no 210)”
Diriwayatkan oleh ‘Abdullah: “Bulan terbelah menjadi dua.” (Sahih Bukhari, juz 5 no 211)”
Lihat juga di : (Sahih Bukhari, juz 6 no 350) (Sahih Bukhari, juz 6 no 387) (Sahih Bukhari, juz 6 no 388) (Sahih Bukhari, juz 6 no 389) (Sahih Bukhari, juz 6 no 390) (Sahih Bukhari, juz 6 no 391) (Sahih Muslim, Kitab Sifat Al-Qiyamah wa’l Janna wa’n-Nar juz 039 no 6721) (Sahih Muslim, Kitab Sifat Al-Qiyamah wa’l Janna wa’n-Nar juz 039 no 6724) (Sahih Muslim, Kitab Sifat Al-Qiyamah wa’l Janna wa’n-Nar, juz 039 no 6725) (Sahih Muslim, Kitab Sifat Al-Qiyamah wa’l Janna wa’n-Nar, juz 039 no 6726) (Sahih Muslim, Kitab Sifat Al-Qiyamah wa’l Janna wa’n-Nar juz 039 no 6728) (Sahih Muslim, Kitab Sifat Al-Qiyamah wa’l Janna wa’n-Nar juz 039 no 6729) (Sahih Muslim, juz 039 no 6730)
2. Pohon kurma berbuah seketika
Diriwayatkan oleh Jabir:
Sewaktu Bapakku meninggal, ia masih mempunyai utang yang banyak. Kemudian, aku mendatangi Rasulullah saw untuk melaporkan kepada Beliau mengenai utang bapakku. Aku berkata kepada Rasulullah: Ya Rasulullah, bapakku telah meninggalkan banyak hutang. Aku sendiri sudah tidak mempunyai apa-apa lagi kecuali yang keluar dari pohon kurma. Akan tetapi pohon kurma itu sudah dua tahun tidak berbuah. Hal ini sengaja aku sampaikan kepada Rasulullah agar orang yang memiliki piutang tersebut tidak berbuat buruk kepadaku. Kemudian Rasulullah mengajakku pergi ke kebun kurma. Sesampainya disana beliau mengitari pohon kurmaku yang dilanjutkan dengan berdo’a. Setelah itu beliau duduk seraya berkata kepadaku, “Ambillah buahnya.” Mendengar perintah Rasulullah saw tersebut, aku langsung memanjat pohon kurma untuk memetik buahnya yang tiba-tiba berbuah. Buah kurma itu kupetik sampai cukup jumlahnya untuk menutupi utang bapakku, bahkan sampai lebih. (Sahih Bukhari Juz 4 no 780)
3. Air memancar dari sela-sela jari Beliau saw
Diriwayatkan oleh ‘Abdullah:
“Dalam pandangan kami mukjizat adalah anugerah Allah, tetapi dalam pandangan kalian mukjizat adalah peringatan. Suatu ketika kami menyertai Rasulullah saw dalam sebuah perjalanan dan kami nyaris kehabisan air. Nabi saw bersabda: “Bawalah kemari air yang tersisa!” orang-orang membawa kantung yang berisi sedikit air. Nabi saw memasukkan telapak tangannya kedalam kantung itu dan berkata, “Mendekatlah pada air yang diberkahi dan ini berkah dari Allah.” Aku melihat air memancar dari sela-sela jemari tangan Rasulullah saw.” (Sahih Bukhari, juz 5 no 779).
Diriwayatkan oleh Anas:
“Semangkuk air dibawa kehadapan Nabi saw di Al Zawra. Nabi saw memasukkan kedua telapak tangannya kedalam mangkok itu dan air memancar dari jari-jemarinya. Semua orang berwudhu dengan air itu. Qatadah berkata kepada Anas, “Berapa orang yang hadir pada waktu itu?” Anas menjawab, “Tiga ratus orang atau mendekati tiga ratus orang.”
(Sahih Bukhari, juz 4 no 772).
Lihat juga : (Sahih Bukhari juz 4 no 777) (Sahih Bukhari juz 1 no 340)
4. Makanan Nabi Mengagungkan Nama Allah
Diriwayatkan oleh Abdullah:
“Sesungguhnya kami mendengar makanan yang dimakan Rasulullah saw mengagungkan nama Allah.” (Sahih Bukhari, juz 5 no 779).
5. Hujan Lebat dan Banjir
Diriwayatkan oleh Anas:
Pernah lama Madinah tidak turun hujan, sehingga terjadilah kekeringan yang bersangatan. Pada suatu hari Jum’at ketika Rasulullah saw sedang berkotbah Jum’at, lalu berdirilah seorang Badui dan berkata: “Ya Rasulullah, telah rusak harta benda dan lapar segenap keluarga, doakanlah kepada Allah agar diturunkan hujan atas kita. Berkata Anas : Mendengar permintaan badui tersebut, Rasulullah mengangkat kedua tangannya kelangit (berdo’a). Sedang langit ketika itu bersih, tidak ada awan sedikitpun. Tiba-tiba berdatanganlah awan tebal sebesar-besar gunung. Sebelum Rasulullah saw turun dari mimbarnya, hujan turun dengan selebat-lebatnya, sehingga Rasulullah saw sendiri kehujanan, air mengalir melalui jenggot Beliau. Hujan tidak berhenti sampai Jum’at yang berikutnya, sehingga kota Madinah mengalami banjir besar, rumah-rumah sama terbenam. Maka datang Orang Badui berkata kepada Rasulullah saw: Ya Rasulullah, sudah tenggelam rumah-rumah, karam segala harta benda. Berdo’alah kepada Allah agar hujan diberhentikan diatas kota Madinah ini, agar hujan dialihkan ketempat yang lain yang masih kering. Rasulullah saw kemudian menengadahkan kedua tangannya ke langit berdo’a: Allahuma Hawaaliinaa Wa laa Alainaa (Artinya: Ya Allah turunkanlah hujan ditempat-tempat yang ada disekitar kami, jangan atas kami). Berkata Anas: Diwaktu berdo’a itu Rasulullah saw menunjuk dengan telunjuk beliau kepada awan-awan yang dilangit itu, seakan-akan Beliau mengisyaratkan daerah-daerah mana yang harus didatangi. Baru saja Rasulullah menunjuk begitu berhentilah hujan diatas kota Madinah.
(Sahih Bukhari, juz 8 no 115).
6. Sakit mata Ali sembuh dengan dengan hanya ditiup dan dido’akan oleh Rasulullah saw
Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Kitab shahihnya, bahwa Rasulullah saw bersabda pada saat peristiwa penaklukkan Khaibar :
“Esok hari aku (Nabi saw) akan memberikan bendera kepada seorang yang akan diberikan kemenangan oleh Allah swt melalui tangannya, sedang ia mencintai Allah dan Rasulnya, dan Allah dan Rasulnya mencintainya”.
Maka semua orangpun menghabiskan malam mereka seraya bertanya-tanya didalam hati, kepada siapa diantara mereka akan diberi bendera itu. Hingga memasuki pagi harinya masing-masing mereka masih mengharapkannya. Kemudian Rasulullah saw bertanya: “Kemana Ali?” lalu ada yang mengatakan kepada beliau bahwa Ali sedang sakit kedua matanya. Lantas Rasulullah saw meniup kedua mata Ali seraya berdoa untuk kesembuhannya. Sehingga sembuhlah kedua mata Ali seakan-akan tidak terjadi apa-apa sebelumnya. Lalu Rasulullah saw memberikan bendera itu kepadanya. (Sahih Bukhari).
7. Dua Sahabat Nabi saw dibimbing oleh cahaya
Diriwayatkan oleh Anas bin Malik:
Ada dua orang sahabat Nabi saw meninggalkan Nabi saw. Ditengah malam yang gelap gulita keduanya berjalan dengan ada dua sinar yang menerangi perjalanan keduanya yang ada di depannya. Tatkala keduanya berpisah diperempatan jalan, masing-masing setiap orang ditemani sebuah sinar yang membimbing mereka pulang ke rumah.”
(Sahih Bukhari juz 1 no 454).
8. Mimbar menangis
Diriwayatkan oleh Ibn Umar:
Rasulullah saw naik keatas mimbar dan berkotbah. Sedang Rasulullah saw berkotbah, Rasulullah saw mendengar mimbar itu menangis seperti tangisan anak kecil, sehingga seakan-akan mimbar itu mau pecah. Lalu Rasulullah saw turun dari mimbar dan merangkul mimbar itu sehingga tangisnya berkurang sampai mimbar itu diam sama sekali. Rasulullah saw berkata: “Mimbar itu menangis mendengar ayat-ayat Allah dibacakan diatasnya.”
(Sahih Bukhari juz 4 no 783).
9. Mayat seorang murtad tidak diterima oleh Bumi
Diriwayatkan daripada Anas bin Malik r.a katanya:
Di antara kami ada seorang lelaki dari Bani Najjar, dia telah membaca surah al-Baqarah dan surah Ali Imran serta selalu menulis untuk Rasulullah s.a.w, lalu dia melarikan diri untuk bersama-sama Ahli Kitab. Anas berkata: Ahli Kitab menyanjungnya. Mereka berkata: Lelaki ini telah menulis untuk Muhammad menyebabkan mereka mengkaguminya. Setelah beberapa ketika bersama-sama Ahli Kitab, lelaki tersebut meninggal dunia. Ahli Kitab menggali kubur dan mengkebumikannya. Bumi memuntahkannya ke permukaan. Mereka menggali lagi dan mengkebumikannya semula. Namun bumi tetap memuntahkan lelaki tersebut ke permukaan. Mereka menggali dan mengkebumikannya lagi. Bumi tetap memuntahkannya semula ke permukaan. Akhirnya mereka membiarkannya di permukaan bumi (Sahih Bukhari juz 4 no 814).
10. Srigala berbicara
(Sahih Bukhari Juz 3 no 517).
11. Isra’ Miraj Nabi saw
Dari Anas bin Malik r.a katanya:
Rasulullah s.a.w bersabda: Aku telah dibawakan Buraq, yaitu seekor binatang yang berwarna putih, lebih besar dari himar tetapi lebih kecil dari bighal. Ia merendahkan tubuhnya sehingga perut buraq tersebut menyentuh bumi. Baginda bersabda lagi: Tanpa membuang waktu, aku menungganginya sehingga sampai ke Baitul Maqdis. Baginda bersabda lagi: Aku mengikatnya pada tiang masjid sebagaimana yang biasa dilakukan oleh para Nabi. Baginda bersabda lagi: Kemudian aku masuk ke dalam masjid dan mendirikan shalat dua rakaat. Setelah selesai aku keluar, tiba-tiba aku didatangi Jibril a.s. dengan semangkuk arak dan semangkuk susu. Aku memilih susu. Lalu Jibril a.s berkata: Engkau telah memilih fitrah. Lalu Jibril a.s membawaku naik ke langit. Ketika Jibril a.s meminta agar dibukakan pintu, kedengaran suara bertanya: Siapakah engkau? Dijawabnya: Jibril. Jibril a.s ditanya lagi: Siapakah bersamamu? Jibril a.s menjawab: Muhammad. Jibril a.s ditanya lagi: Adakah dia telah diutus? Jibril a.s menjawab: Ya, dia telah diutus. Lalu dibukakan pintu kepada kami. Ketika aku bertemu dengan Nabi Adam a.s, beliau menyambutku serta mendoakan aku dengan kebaikan. Seterusnya aku dibawa naik ke langit kedua. Jibril a.s meminta supaya dibukakan pintu. Kedengaran suara bertanya lagi: Siapakah engkau? Dijawabnya: Jibril. Jibril a.s ditanya lagi: Siapakah bersamamu? Jibril a.s menjawab: Muhammad. Jibril a.s ditanya lagi: Adakah dia telah diutus? Jibril a.s menjawab: Ya, dia telah diutus. Pintu pun dibukakan kepada kami. Ketika aku bertemu dengan Isa bin Mariam dan Yahya bin Zakaria, mereka berdua menyambutku dan mendoakan aku dengan kebaikan. Aku dibawa lagi naik langit ketiga. Jibril a.s meminta supaya dibukakan pintu. Kedengaran suara bertanya lagi: Siapakah engkau? Dijawabnya: Jibril. Jibril a.s ditanya lagi: Siapakah bersamamu? Jibril a.s menjawab: Muhammad. Jibril a.s ditanya lagi: Adakah dia telah diutus? Jibril a.s menjawab: Ya, dia telah diutus. Pintu pun dibukakan kepada kami. Ketika aku bertemu dengan Nabi Yusuf a.s ternyata dia telah dikaruniai kedudukan yang sangat tinggi. Dia menyambut aku dan mendoakan aku dengan kebaikan. Aku dibawa lagi naik ke langit keempat. Jibril a.s meminta supaya dibukakan pintu. Kedengaran suara bertanya lagi: Siapakah engkau? Dijawabnya: Jibril. Jibril a.s ditanya lagi: Siapakah bersamamu? Jibril a.s menjawab: Muhammad. Jibril a.s ditanya lagi: Adakah dia telah diutus? Jibril a.s menjawab: Ya, dia telah diutus. Pintu pun dibukakan kepada kami. Ketika aku bertemu dengan Nabi Idris a.s dia terus menyambutku dan mendoakan aku dengan kebaikan. Allah s.w.t berfirman: Dan kami telah menganggkat ke tempat yang tinggi darjatnya. Aku dibawa lagi naik ke langit kelima. Jibril a.s meminta supaya dibukakan pintu. Kedengaran suara bertanya lagi: Siapakah engkau? Dijawabnya: Jibril. Jibril a.s ditanya lagi: Siapakah bersamamu? Jibril a.s menjawab: Muhammad. Jibril a.s ditanya lagi: Adakah dia telah diutus? Jibril a.s menjawab: Ya, dia telah diutus. Pintu pun dibukakan kepada kami. Ketika aku bertemu dengan Nabi Harun a.s dia menyambutku dan mendoakan aku dengan kebaikan. Aku dibawa lagi naik ke langit keenam. Jibril a.s meminta supaya dibukakan pintu. Kedengaran suara bertanya lagi: Siapakah engkau? Dijawabnya: Jibril. Jibril a.s ditanya lagi: Siapakah bersamamu? Jibril a.s menjawab: Muhammad. Jibril a.s ditanya lagi: Adakah dia telah diutus? Jibril a.s menjawab: Ya, dia telah diutus. Pintu pun dibukakan kepada kami. Ketika aku bertemu dengan Nabi Musa a.s dia menyambutku dan mendoakan aku dengan kebaikan. Aku dibawa lagi naik ke langit ketujuh. Jibril a.s meminta supaya dibukakan. Kedengaran suara bertanya lagi: Siapakah engkau? Dijawabnya: Jibril. Jibril a.s ditanya lagi: Siapakah bersamamu? Jibril a.s menjawab: Muhammad. Jibril a.s ditanya lagi: Adakah dia telah diutus? Jibril a.s menjawab: Ya, dia telah diutus. Pintu pun dibukakan kepada kami. Ketika aku bertemu dengan Nabi Ibrahim a.s dia sedang berada dalam keadaan menyandar di Baitul Makmur. Begitu luasnya setiap hari dimasuki tujuh puluh ribu malaikat, yang setelah keluar mereka tidak kembali masuk. Kemudian aku dibawa ke Sidratul Muntaha. Daun-daunnya besar umpama telinga gajah manakala buahnya pula sebesar tempayan. Baginda bersabda: Ketika perintah Allah memenuhi Sidratul Muntaha maka Sidratul Muntaha berubah. Tidak seorang pun dari makhluk Allah yang mampu menggambarkan keindahannya. Lalu Allah s.w.t memberikan wahyu kepada baginda dengan mewajibkan shalat lima puluh waktu sehari semalam. Tatakala baginda turun dan bertemu Nabi Musa a.s, dia bertanya: Apakah yang telah diwajibkan oleh Tuhanmu kepada umatmu? Baginda bersabda: Shalat lima puluh waktu. Nabi Musa a.s berkata: Kembalilah kepada Tuhanmu, mintalah keringanan karena umatmu tidak akan mampu melaksanakannya. Aku pernah mencoba Bani Israil dan memberitahu mereka. Baginda bersabda: Baginda kemudian kembali kepada Tuhan dan berkata: Wahai Tuhanku, berilah keringanan kepada umatku. Lalu Allah s.w.t mengurangi lima waktu shalat. Baginda kembali kepada Nabi Musa a.s dan berkata: Allah telah mengurangi lima waktu shalat dariku. Nabi Musa a.s berkata: Umatmu masih tidak mampu melaksanakannya. Kembalilah kepada Tuhanmu, mintalah keringanan lagi. Baginda bersabda: Aku pulang pergi antara Tuhan dan Nabi Musa a.s, sampai Allah s.w.t berfirman: Wahai Muhammad! Sesungguhnya aku fardukan hanyalah lima waktu sehari semalam. Setiap shalat fardu mendapat sepuluh kelipatan pahala, maka lima waktu shalat sama dengan lima puluh shalat. Barangsipa berniat untuk melakukan kebaikan tetapi tidak melakukannya, niscaya akan dicatat baginya satu kebaikan. Jika dia melaksanakannya, maka
dicatat sepuluh kebaikan baginya. Sebaliknya Barangsiapa yang berniat ingin melakukan kejahatan, tetapi tidak melakukannya, niscaya tidak sesuatu pun dicatat baginya. Seandainya dia mengerjakannya, maka dicatat sebagai satu kejahatan baginya. Baginda turun hingga sampai kepada Nabi Musa a.s, lalu aku memberitahu kepadanya. Dia masih lagi berkata: Kembalilah kepada Tuhanmu, mintalah keringanan. Baginda menyahut: Aku terlalu banyak berulang-ulang menghadap Tuhan, sehingga aku merasa malu kepadaNya.
(Sahih Bukhari 5 no 227).
12. Berhala-berhala runtuh dengan hanya ditunjuk oleh Rasulullah saw
Diriwayatkan daripada Abdullah bin Mas’ud r.a katanya:
Ketika Nabi s.a.w memasuki Mekah terdapat sebanyak tiga ratus enam puluh buah berhala di persekitaran Kaabah. Lalu Nabi s.a.w meruntuhkannya dengan menggunakan tongkat yang berada di tangannya seraya bersabda: Bermaksud: Telah datang kebenaran dan musnahlah kebatilan karena sesungguhnya kebatilan itu, adalah sesuatu yang pasti musnah. Bermaksud: Kebenaran telah datang dan yang batil itu tidak akan bermula dan tidak akan berulang. Ibnu Abu Umar menambah: Peristiwa itu terjadi pada masa pembukaan Kota Mekah.
(Sahih Bukhari, kitab Jihad)
13. Makanan sedikit dimakan banyak orang
Diriwayatkan daripada Jabir bin Abdullah r.a katanya:
Semasa parit Khandak digali, aku melihat keadaan Rasulullah s.a.w dalam keadaan sangat lapar. Maka akupun segera kembali ke rumahku dan bertanya kepada isteriku, apakah engkau mempunyai sesuatu (makanan)? Kerana aku melihat Rasulullah s.a.w tersangat lapar. Isteriku mengeluarkan sebuah beg yang berisi satu cupak gandum, dan kami mempunyai seekor anak kambing dan beberapa ekor ayam. Aku lalu menyembelihnya, manakala isteriku menumbuk gandum. Kami sama-sama selesai, kemudian aku memotong-motong anak kambing itu dan memasukkannya ke dalam kuali. Apabila aku hendak pergi memberitahu Rasulullah s.a.w, isteriku berpesan: Jangan engkau memalukanku kepada Rasulullah s.a.w dan orang-orang yang bersamanya. Aku kemudiannya menghampiri Rasulullah s.a.w dan berbisik kepada Baginda: Wahai Rasulullah! Kami telah menyembelih anak kambing kami dan isteriku pula menumbuk satu cupak gandum yang ada pada kami. Karena itu, kami menjemput baginda dan beberapa orang bersamamu. Tiba-tiba Rasulullah s.a.w berseru: Wahai ahli Khandak! Jabir telah membuat makanan untuk kamu. Maka kamu semua dipersilakan ke rumahnya. Rasulullah s.a.w kemudian bersabda kepadaku: Jangan engkau turunkan kualimu dan jangan engkau buat roti adonanmu sebelum aku datang. Aku pun datang bersama Rasulullah s.a.w mendahului orang lain. Aku menemui isteriku. Dia mendapatiku lalu berkata: Ini semua adalah karena kamu, aku berkata bahawa aku telah lakukan semua pesananmu itu. Isteriku mengeluarkan adonan roti tersebut, Rasulullah s.a.w meludahinya dan mendoakan keberkatannya. Kemudian Baginda menuju ke kuali kami lalu meludahinya dan mendoakan keberkatannya. Setelah itu Baginda bersabda: Sekarang panggillah pembuat roti untuk membantumu dan cedoklah dari kualimu, tapi jangan engkau turunkannya. Ternyata kaum muslimin yang datang adalah sebanyak seribu orang. Aku bersumpah demi Allah, mereka semua dapat memakannya sehingga kenyang dan pulang semuanya. Sementara itu kuali kami masih mendidih seperti sediakala. Demikian juga dengan adonan roti masih tetap seperti asalnya. Sebagaimana kata Ad-Dahhak: Masih tetap seperti asalnya.
(Sahih Bukhari, Muslim, kitab Minuman).
14. Sepotong hati kambing cukup untuk 130 orang
Diriwayatkan daripada Abdul Rahman bin Abu Bakar r.a katanya
Kami dengan sejumlah seratus tiga puluh orang sedang bersama Nabi s.a.w. Nabi s.a.w bertanya: Adakah salah seorang di antara kamu mempunyai makanan? Didapati ada seorang yang mempunyai kira-kira satu gantang gandum atau seumpamanya, lalu diadunkannya. Kemudian datang seorang lelaki tinggi dan kusut rambutnya membawa kambing-kambing untuk dijual. Nabi s.a.w bertanya: Adakah ianya untuk dijual atau dihadiahkan? Lelaki itu menjawab: Tidak! Bahkan ianya untuk dijual! Maka dibeli daripadanya seekor kambing. Setelah disembelih, Rasulullah s.a.w memerintahkan supaya diambil hatinya untuk dipanggang. Dia (Abdul Rahman bin Abu Bakar) berkata: Demi Allah! Setiap seratus tiga puluh orang itu, kesemuanya mendapat sepotong hati kambing daripada Rasulullah s.a.w. Jika orang itu ada bersama, maka Rasulullah s.a.w memberikannya. Jika sebaliknya, Rasulullah s.a.w menyimpan untuknya. Makanan itu dibagikan kepada dua talam. Kami makan dari kedua talam itu sehingga kenyang. Lebihan yang terdapat pada kedua talam tersebut dibawa ke atas unta atau mungkin juga riwayatnya begitu.
(Sahih Bukhari, Muslim, kitab Minuman).
15. Susu dan kencing unta menyembuhkan penyakit
Diriwayatkan daripada Anas bin Malik r.a katanya:
Sesungguhnya beberapa orang dari daerah Urainah datang ke Madinah untuk menemui Rasulullah s.a.w mereka telah mengidap sakit perut yang agak serius. Lalu Rasulullah s.a.w bersabda kepada mereka: Sekiranya kamu mau, keluarlah dan carilah unta sedekah, maka kamu minumlah susu dan air kencingnya. Lalu mereka meminumnya, dan ternyata mereka menjadi sehat. Kemudian mereka pergi kepada sekumpulan pengembala lalu mereka membunuh pengembala yang tidak berdosa itu dan mereka telah menjadi murtad (keluar dari Islam.) Mereka juga telah melarikan unta milik Rasulullah s.a.w, kemudian peristiwa itu diceritakan kepada Rasulullah s.a.w. Lalu baginda memerintahkan kepada para Sahabat agar menangkap mereka. Setelah ditangkap lalu mereka dihadapkan kepada baginda s.a.w. Maka Rasulullah s.a.w pun memotong tangan dan kaki serta mencungkil mata mereka. Kemudian baginda membiarkan mereka berada di al-Harrah (sebuah daerah di Madinah yang terkenal penuh dengan batu hitam) sehingga mereka meninggal dunia.
(Sahih Bukhari, Muslim, kitab qishas dan diyat).
16. Roti sedikit cukup untuk orang banyak
Diriwayatkan daripada Anas bin Malik r.a katanya:
Abu Talhah telah berkata kepada Ummu Sulaim: Aku mendengar suara Rasulullah s.a.w begitu lemah. Tahulah aku baginda dalam keadaan lapar. Apakah engkau mempunyai sesuatu? Ummu Sulaim menjawab: Ya! Kemudiannya dia menghasilkan beberapa buku roti dari gandum dan setelah itu, mengambil kain tudungnya dan membungkus roti itu dengan separuh kain tudung, lalu disisipkan di bawah bajuku, sedangkan yang separuh lagi diselendangkan kepadaku. Selepas itu pula dia menyuruhku pergi ke tempat Rasulullah s.a.w. Akupun berangkat membawa roti yang dibungkus kain tudung itu. Aku mendapatkan Rasulullah s.a.w yang sedang duduk di dalam masjid bersama orang-ramai dan berada di sisi mereka. Rasulullah s.a.w bertanya: Abu Talhah yang mengutusmu? Aku menjawab: Ya, benar! Rasulullah s.a.w bertanya lagi: Untuk makanan? Aku menjawab: Ya! Rasulullah s.a.w bersabda kepada orang-ramai yang bersama baginda: Bangunlah kamu sekalian! Rasulullah s.a.w lalu berangkat diiringi para sahabat dan aku berjalan di antara mereka untuk segera memberitahu Abu Talhah. Maka Abu Talhah berkata: Wahai Ummu Sulaim! Rasulullah s.a.w telah datang bersama orang yang ramai, padahal kita tidak mempunyai makanan yang mencukupi untuk mereka. Dia menjawab: Allah dan RasulNya lebih tahu. Lalu Abu Talhah menjemput Rasulullah s.a.w dan Rasulullah s.a.w pun masuk bersamanya. Rasulullah s.a.w bersabda: Bawakan ke sini apa yang ada di sisimu wahai Ummu Sulaim! Ummu Sulaim terus membawa roti tersebut kepada baginda kemudian memerah bekas lemaknya untuk dijadikan lauk dimakan dengan roti. Kemudian Rasulullah s.a.w mendoakan makanan itu. Setelah itu baginda bersabda: Izinkan sepuluh orang masuk! Abu Talhah memanggil sepuluh orang Sahabat. Mereka makan sehingga kenyang kemudian keluar. Rasulullah s.a.w menyambung: Biarkan sepuluh orang lagi masuk. Sepuluh orang berikutnya pun masuk dan makan sehingga kenyang lalu keluar. Rasulullah s.a.w kemudian bersabda lagi: Suruhlah sepuluh orang lagi masuk. Demikian berlaku terus-menerus sehingga semua orang dapat makan hingga kenyang, padahal jumlah mereka adalah lebih kurang tujuh puluh atau delapan puluh orang.
(Sahih Bukhari, Muslim, kitab Minuman).
17. Doa untuk Anas bin Malik
Diriwayatkan daripada Anas r.a daripada Ummu Sulaim katanya:
Wahai Rasulullah! Aku menjadikan Anas sebagai khadammu, tolonglah berdoa untuknya. Rasulullah s.a.w pun berdoa: Ya Allah, banyakkanlah harta dan anaknya dan berkatilah apa yang diberikan kepadanya.
Berkata Anas: “Demi Allah, harta bendaku memang banyak dan anak begitu juga anak dari anakku memang banyak sekali dan sekarang sudah berjumlah lebih dari 100 orang.
(Sahih Bukhari, Muslim, kitab kelebihan para sahabat).
18. Makanan yang dimakan tidak berkurang justru bertambah tiga kali lipat
Diriwayatkan daripada Abdul Rahman bin Abu Bakar r.a katanya
Mereka yang disebut Ashaab As-Suffah adalah orang-orang miskin. Rasulullah s.a.w pernah bersabda suatu ketika: Siapa mempunyai makanan untuk dua orang, dia hendaklah mengajak orang yang ketiga dan sesiapa mempunyai makanan untuk empat orang, dia hendaklah mengajak orang kelima, keenam atau seperti diriwayatkan dalam Hadis lain. Abu Bakar r.a datang dengan tiga orang. Nabi pula pergi dengan sepuluh orang dan Abu Bakar dengan tiga orang yaitu aku, ibu dan bapaku. Tetapi aku tidak pasti adakah dia berkata: Isteriku dan khadamku berada di antara rumah kami dan rumah Abu Bakar. Abdul Rahman berkata lagi: Abu Bakar makan malam bersama Nabi s.a.w dan terus berada di sana sehinggalah waktu Isyak. Selesai sembahyang, dia kembali ke tempat Nabi s.a.w lagi, sehinggalah Rasulullah s.a.w kelihatan mengantuk. Sesudah lewat malam, barulah dia pulang. Isterinya menyusulinya dengan pertanyaan: Apa yang menghalang dirimu untuk pulang menemui tetamumu? Abu Bakar berkata: Bukankah engkau telah menjamu mereka makan malam? Isterinya menjawab: Mereka tidak mau makan sebelum engkau pulang, padahal anak-anak sudah mempersilakan tetapi mereka tetap enggan. Akupun berundur untuk bersembunyi. Lalu terdengar Abu Bakar memanggil: Hai dungu! Diikuti dengan sumpah-serapah. Kemudian dia berkata kepada para tetamunya: Silakan makan! Barangkali makanan ini sudah tidak enak lagi. Kemudian dia bersumpah: Demi Allah, aku tidak akan makan makanan ini selamanya! Abdul Rahman meneruskan ceritanya: Demi Allah, kami tidak mengambil satupun kecuali sisanya bertambah lebih banyak lagi, sehinggalah apabila kami sudah merasa kenyang, makanan itu menjadi bertambah banyak daripada yang sedia ada. Abu Bakar memandangnya ternyata makanan itu tetap seperti sedia atau bahkan lebih banyak lagi. Dia berkata kepada isterinya: Wahai saudara perempuanku! Bani Firas apakah ini? Isterinya menjawab: Tidak! Demi cahaya mataku, sekarang ini makanan tersebut bertambah tiga kali ganda lebih banyak daripada sediakala. Lalu Abu Bakar makan dan berkata: Sumpahku tadi adalah dari syaitan. Dia makan satu suap, kemudian membawa makanan tersebut kepada Rasulullah s.a.w dan membiarkannya di sana hingga pagi hari. Pada waktu itu di antara kami (kaum muslimin) dengan suatu kaum akan dilangsungkan satu perjanjian. Apabila tiba waktunya, kamipun menjadikan dua belas orang sebagai ketua saksi, masing-masing mengepalai beberapa orang. Hanya Allah yang tahu berapa orangkah sebenarnya yang diutuskan bersama mereka. Cuma yang pastinya Rasulullah s.a.w memerintah agar dipanggilkan mereka kesemuanya. Lalu kesemuanya makan dari makanan yang dibawa oleh Abu Bakar atau sebagaimana yang diriwayatkan dalam riwayat yang lain.
(Sahih Bukhari, Muslim, Kitab Minuman).
19. Ingatan Abu Hurairah
Abu Hurairah mengeluh kepada Rasulullah saw bahwa dia terlalu pelupa. Lalu Rasulullah saw membentangkan kainnya diatas tanah, lalu memegang-megang kainnya dengan tangan beliau. Abu Hurairah disuruh Rasulullah memeluk kain itu. Sejak itu Abu hurairah tidak pernah lupa-lupa lagi. Dan beliau terkenal paling banyak menghafal hadis.
(Sahih Bukhari muslim).
sumber : islam menjawab hujatan
Ungkapan Sahabat
>>> Ungkapan Sahabat
Sahabatku …bagaimana kabarnya malam ini, semoga sehat selalu & diiberikan kekuatan oleh Allah SWT, untuk mengabdi, memulyakan dan berkarya di bumi ciptaan-NYA ini…
Sahabat,…
ada kerinduan yang menbuncah dalam diri ini, ada keinginan yang semakin memuncak untuk berjumpa dengan sahabat2 semua sekedar ingin menyapa dan menyampaikan ungkapan bahwa kita semua bersaudara, mari saling mencintai dan berkasih sayang karena Allah.
Sahabat..
sungguh indah dunia ini seandainya kita bisa bersahabat semuanya, tidak ada permusuhan, sepi dengan caci maki, jauh dari kebencian, bergandeng tangan, bahu membahu meraih bahagia bersama..
Sahabatku…
Imam Ali ra, bernah berkata “Selemah-lemah manusia ialah orang yg tak mau mencari sahabat dan orang yang lebih lemah dari itu ialah orang yg mensia-siakan sahabat yg telah ada” dan ” Perkataan sahabat yg jujur lebih besar harganya daripada harta benda yg diwarisi dari nenek moyang”.
Sahabat…..
Hiasilah kehidupan ini dengan senyuman karena ia melambangkan kehidupan yang harmoni…mulai hari ini dengan tersenyum yah,,, jika kita mengawali dengan senyum maka yg lainpun pasti akan tersenyum karena dunia ibarat cermin yg akan mantulkan bayangan kita…,
Ketika seorang Ikwan/laki-laki melihat wanita ada beberapa kemungkinan yaitu;
Nafsunya mengatakan wanita cantik atas dasar rupanya, akalnya mengatakan wanita Cantik atas dasar ilmu dan kepandaiannya, dan hatinya mengatakan wanita cantikatas dasar akhlaknya.
Oh iya sahabatku… Sediakanlah sedikit waktu tertawa karena tertawa itu musiknya jiwa, Sediakanlah waktu juga untuk berfikir karena berfikir itu pokok kemajuan, sediakanlah waktu untuk beramal karena beramal itu pangkal kebaikan, sediakanlah waktu untuk canda karena canda itu akan membuat awet muda dan sediakanlah banyak waktu beribadat kerana beribadat itu adalah ibu dari segala ketenangan jiwa.
Seorang wanita/laki-laki solehah/soleh, ADALAH YANG BERKATA BENAR, DAN BUKANNYA HANYA MEMBENARKAN KATA-KATANYA..wanita/laki2 solehah/soleh sangat didambakan oleh setip laki2/wanita baik oleh yg imannya rendah apalagi oleh yg imannya tinggi..tidak hanya cantik/tampan wajah karena pepatah mengatakan.
“Wanita/laki-laki yang cantik/tampan tanpa pribadi yang mulia ,umpama kaca mata yang bersinar-bersinar, tetapi tidak melihat apa-apa”
sahabatku karena Allah…
Mungkin anda pernah mengalami kekecewaan dalam hidup ini, entah dengan siapa, dengan orang lain bahkan dengan diri anda sendiri.Sebenarnya, “Kekecewaan mengajarkan kita arti kehidupan.Teruskan perjuangan walaupun terpaksa menghadapi rintangan demi rintangan dalam hidup” sehingga menjadi orang yang bijak. Tanda Orang Bijaksana Ialah Hatinya Selalu Berniat Suci;
Lidahnya Selalu Basah Dengan Zikrullah; Matanya Menangis Kerana Penyesalan (Terhadap Dosa); Sabar Terhadap Perkara Yang Dihadapi Dan Mengutamakan Akhirat Berbanding Dunia.
Sahabatku.. ….
Ketika engkau hendak memahami arti kehidupan hidup, barangkali hidup adalah gabungan antara bahagia dan derita. Ia menguji keteguhan iman seseorang. Malang bagi mereka yg hanya mengikut kehendak nafsu, hati nurani hilang, sihingga hidup bagai terombang ambing gelombang lautan..tidak sanggup menerima kebahagian sehingga menjadi lupa diri atau tdk tahan menerima penderitaan dan pada akhirnya Beatapapun dahsyatnya kebahagian toh akan berkahir, begitu pula betapa hebatnya penderitaan juga akan berakhir,,,kesemuanya akan menjadi masa lalu, yg kelak akan menjadi bahan obrolan saat orang tersebut berada di surga Alloh…smoga kita merupakan bagian dari penghuni syurga..insya Allah, Aamin…
Oh iyah..gimana sahabat….sambil tersenyum dong..serius banget…heheh.. Nah gitu seandainya saya melihat wajah sahabat , pasti akan lebih cantik/tampan saat tersenyum…
Sahabat , saya teruskan yah ungkapan jiwa ini yah..smoga berkenan membacanya.. dan jika isinya dipandang baik, sahabat boleh teruskan membacanya, tetapi jika tdk berkenan semoga Alloh memafkan saya yang telah berani mengirim ungkapan jiwa ini ke wall sahabat. dan sekaligus saya mohon dimaafkan atas kelancangan ini…..
Rasulullah pernah bersabda, diatara cara untuk menumbuhkan persaudaraan/ukhuwah adalan dengan cara tebarkan salam dan saling memberi hadiah..hadiah itu bukan berupa materi saja bisa juga yang lainya..Misalnya :
Hadiah terbaik Kepada kawan – Kesetiaan
Hadiah terbaik Kepada musuh – Memafkan
Hadiah terbaik yang muda – Contoh terbaik/teladan
Hadiah terbaik Kepada yang tua – Hargai budi mereka dan kesetiaan.
Hadiah terbaik Kepada pasangan – Cinta dan ketaatan
Hadiah terbaik Kepada manusia – Kebebasan..
Sahabatku….
Sebenarnya dunia ini sangat indah sekali, ada senyum, ada canda, ada tawa, ada tangis, ada pertemuan dan ada perpisahan..sebenaynya bukan senyuman yg kita harapkan, tetapi mari kita membuat dunia ini tersenyum, juga bukan tawa yg di inginkan, tapi mari kita buat dunia ini tertawa, juga bukan canda yg di nantikan tapi bisakan kita bercanda dengan alam ini.. atau juga bukan tangis yang ditakutkan, tapi bisakah kita meliat tangisan orang, sehingga bisa empati kepadanya…
Sahabatku ..
Dalam hidup ini kita perlu sekali kesabaran “Ingatlah, sabar itu iman, uang bukanlah teman, dunia hanyalah pinjaman. Misalanya bersabar mengendalikan lisan karena lisanmu adalah bentengmu, jika engkau menjaganya maka ia akan menjagamu, dan jika engkau membiarkannya maka ia tidak akan mempedulikan/melindungimu. Jika orang sdh mampu bersabar makan ia akan menjadi orang yang hebat bahkan Alloh SWT akan siapkan ganjaran yg tak terhingga buat orang2 yang sabar….
“Orang yg paling berkuasa adalah orang yg dapat menguasai dirinya sendiri, dan bersabar atas apapun yg terjadi”
Sebagai kata penutup dalam ungkapan jiwa ini..
“Fikirkan hal-hal yang paling hebat, Dan anda akan menjadi terhebat.
Tetapkan akal pada hal tertinggi, Dan anda akan mencapai yang tertinggi.”
Masa depan itu dibeli oleh masa sekarang…
Allahuakbar. Allahuakbar. Allahuakbar…
Sampai ungkapan JIWA berikutnya…. Salam sayang dan cinta karena Allah, senyum tulus iklas diatas bahagia,. Semoga bahagia bisa kita raih bersama”.
Salam Ukhuwah
seorang sahabat – Hamba Allah
sumber : Aku Adalah Muslim
SEPUCUK SURAT UNTUK UKHTIE
Aku ingin menjadi bidadari untukmu di Syurga kelak”
Nasha Yeh Pyar Ka
Berikut adalah terjemah lagu ‘Nasha Yeh Pyar Ka’ dari film ‘Man
n’.
–Pria–
(Nasha yeh pyaar ka nasha hai
Ini adalah kemabukan cinta
Yeh meri baat yaaron maano
Percaya kata-kata saya, teman
Nashe mein yaar doob jaao
Menenggelamkan diri dalam kemabukan ini
Raho na hosh mein deewaanon) – 2
Jangan tinggal di perasaan Anda
Ke jab se maine tumko dil yeh de diya
Untuk sejak saat itu aku memberimu hatiku
Meetha meetha sa dard le liya, suno
Saya telah mengambil rasa sakit manis, dengarkan
O Priya, maine tumko dil diya
Oh Priya, Aku telah memberikan kamu hatiku
–CHORUS–
Nasha yeh pyaar ka nasha hai
Ini adalah kemabukan cinta
Yeh meri baat yaaron maano
Percaya kata-kata saya, teman
–Pria–
Nashe mein yaar doob jaao
Menenggelamkan diri dalam kemabukan ini
Raho na hosh mein deewaanon
Jangan tinggal di perasaan Anda
Nazar se yun mili nazar, deewana main ho gaya
Tatapan kita saling bertemu membuat saya menjadi gila
Asar yeh kya hua asar, kahan yeh main kho gaya
Apa penderitaan telah terjadi, di mana aku tersesat?
Baheke baheke kadam, baheka baheka hai mann
Langkah-langkah saya yang mengejutkan, hatiku berkibar
Chhaa gaya chhaa gaya mujhpe deewanapan, suno
Saya telah diatasi dengan kegilaan, dengarkan
O Priya, maine tumko dil diya
Oh Priya, Aku telah memberikan kamu hatiku
–CHORUS–
Nasha yeh pyaar ka nasha hai
Ini adalah kemabukan cinta
Yeh meri baat yaaron maano
Percaya kata-kata saya, teman
–Pria–
Nashe mein yaar doob jaao
Menenggelamkan diri dalam kemabukan ini
Raho na hosh mein deewaanon
Jangan tinggal di perasaan Anda
Jhuki jhuki nigaahon mein bala ki shokhiyaan chhupi
Di mata tertunduk dia menyembunyikan bencana yang membawa sial
Khuli khuli laton mein bhi, haai, ghata ki mastiyaan ruki
Bahkan dalam rambut terbuka nya, kemuliaan awan pun berhenti
Yeh haya yeh ada, yeh hasi yeh nayan
Ini rasa malu, gaya ini, tawa ini, permainan ini
De gaye de gaye meethi meethi chubhan, suno
Semua ini telah memberi saya rasa sakit yang manis, dengarkan
O Priya, maine tumko dil diya
Oh Priya, Aku telah memberikan kamu hatiku
–CHORUS–
Nasha yeh pyaar ka nasha hai
Ini adalah kemabukan cinta
Yeh meri baat yaaron maano
Percaya kata-kata saya, teman
–Pria–
Nashe mein yaar doob jaao
Menenggelamkan diri dalam kemabukan ini
Raho na hosh mein deewaanon
Jangan tinggal di perasaan Anda
Ke jab se maine tumko dil yeh de diya
Untuk sejak saat itu aku memberimu hatiku
Meetha meetha sa dard le liya, suno
Saya telah mengambil rasa sakit yang manis, dengarkan
O Priya, maine tumko dil diya
Oh Priya, Aku telah memberikan kamu hatiku
–CHORUS–
Nasha yeh pyaar ka nasha hai
Ini adalah kemabukan cinta
Yeh meri baat yaaron maano
Percaya kata-kata saya, teman
–Pria–
Nashe mein yaar doob jaao
Menenggelamkan diri dalam kemabukan ini
Raho na hosh mein deewaanon
Jangan tinggal di perasaan Anda
–CHORUS–
Nasha yeh pyaar ka nasha hai
Ini adalah kemabukan cinta
Yeh meri baat yaaron maano
Percaya kata-kata saya, teman
–Pria–
Nashe mein yaar doob jaao
Menenggelamkan diri dalam kemabukan ini
Raho na hosh mein deewaanon
Jangan tinggal di perasaan Anda
–Pria–
Nasha yeh pyaar ka nasha hai
Ini adalah kemabukan cinta
Yeh meri baat yaaron maano
Percaya kata-kata saya, teman
Nashe mein yaar doob jaao
Menenggelamkan diri dalam kemabukan ini
Raho na hosh mein deewaanon
Jangan tinggal di perasaan Anda
Bagi yang mau mendownload lagu nya, klik di sini.
Dan untuk video clipnya klik di sini.
Khushiyan Aur Gam

Berikut adalah terjemah lagu ‘Khushiyan Aur Gam’ dari film ‘Mann’.
–Wanita–
(Khushiyaan aur gham sehti hai
Hal ini menanggung kebahagiaan dan kesedihan
Phir bhi yeh chup rehti hai
Namun, ia tetap diam
Ab tak kisi ne na jaana
Belum ada yang dipelajari
Zindagi kya kehti hai) – 2
Apa yang dikatakan hidup
Apni kabhi to kabhi ajnabi
Kadang-kadang seperti diri sendiri, kadang-kadang seperti orang asing
Aansu kabhi to kabhi hai hasi
Terkadang seperti menangis, kadang-kadang seperti tertawa
Dariya kabhi to kabhi tishnagi lagti hai yeh to
Kadang-kadang seperti sungai, kadang-kadang seperti haus adalah bagaimana tampaknya
Khushiyaan aur gham sehti hai
Hal ini menanggung kebahagiaan dan kesedihan
Phir bhi yeh chup rehti hai
Namun, ia tetap diam
Ab tak kisi ne na jaana
Belum ada yang dipelajari
Zindagi kya kehti hai
Apa yang dikatakan hidup
Khaamoshiyon ki dheemi sada hai
Hal ini adalah suara lembut kesunyian
Yeh zindagi to rab ki dua hai
Hidup ini adalah berkat Tuhan
Chhooke kisi ne usko dekha kabhi na
Tidak seorangpun yang menyentuh dan melihatnya
Ehsaas ki hai khushboo, maheki hawa hai
Hal ini adalah aroma pengalaman, ini adalah wangi angin
–Pria–
Khushiyaan aur gham sehti hai
Hal ini menanggung kebahagiaan dan kesedihan
Phir bhi yeh chup rehti hai
Namun, ia tetap diam
Ab tak kisi ne na jaana
Belum ada yang dipelajari
Zindagi kya kehti hai
Apa yang dikatakan hidup
–Wanita–
Aa ha aa aa aa, mm hm mm mm mm
–Pria–
Mann se kaho tum, mann ki suno tum
Bicaralah dengan hati Anda, mendengarkan hati Anda
Mann meet koi mann ka chuno tum
Pilihlah belahan jiwa menurut kata hati
Kuch bhi kahegi duniya, duniya ki chhodo
Dunia mungkin mengatakan apa-apa, lepaskan pikiran dunia
Palkon mein sajke jhilmil sapne buno tum
Menghiasi mereka pada bulu mata Anda,menumbuhkan mimpi gemerlap
–Wanita–
Khushiyaan aur gham sehti hai
Hal ini menanggung kebahagiaan dan kesedihan
Phir bhi yeh chup rehti hai
Namun, ia tetap diam
Ab tak kisi ne na jaana
Belum ada yang dipelajari
Zindagi kya kehti hai
Apa yang dikatakan hidup
–Pria–
Apni kabhi to kabhi ajnabi
Kadang-kadang seperti diri sendiri, kadang-kadang seperti orang asing
–Wanita–
Aansu kabhi to kabhi hai hasi
Terkadang seperti menangis, kadang-kadang seperti tertawa
–Pria–
Dariya kabhi to kabhi tishnagi
Kadang-kadang seperti sungai, kadang-kadang seperti haus
–Wanita–
Lagti hai yeh to
adalah bagaimana tampaknya
–Pria–
Khushiyaan aur gham sehti hai
Terkadang seperti menangis, kadang-kadang seperti tertawa
–Wanita–
(Khushiyaan aur gham sehti hai)
Terkadang seperti menangis, kadang-kadang seperti tertawa
–Pria–
Phir bhi yeh chup rehti hai
Namun, ia tetap diam
–Wanita–
(Phir bhi yeh chup rehti hai)
Namun, ia tetap diam
–Pria–
Ab tak kisi ne na jaana
Belum ada yang dipelajari
–Wanita–
(Ab tak kisi ne na jaana)
Belum ada yang dipelajari
–Pria–
Zindagi kya
Apa yang
–Wanita–
Zindagi kya kehti hai
Apa yang dikatakan hidup
Bagi yang mau mendownload lagu nya, klik di sini.
Dan untuk video clipnya klik di sini.
Chaha Hai Tujhko

Berikut adalah terjemah lagu ‘Chaha Hai Tujhko’ dari film ‘Mann’.
–Pria–
Chaaha hai tujhko, chaahoonga har dam
Saya telah diinginkan Anda, saya akan menginginkan Anda di setiap saat
Marke bhi dil se yeh pyaar na hoga kam
Bahkan setelah kematian ini cinta dari hati saya tidak akan berkurang
Teri yaad jo aati hai, mere aansu behte hain
Jika kenangan Anda datang, air mataku mengalir
Apna to milan hoga, pal pal yeh kehte hai
Waktu demi waktu mereka mengatakan bahwa kita akan bertemu
Kya yeh zindagaani hai, bas teri kahaani hai
Apa di hidup ini, hanya ada cerita Anda
Bas teri kahaani hai yeh jo zindagaani hai
hanya ada cerita Anda, bahwa ini juga kehidupan saya
Chaaha hai tujhko, chaahoonga har dam
Saya telah diinginkan Anda, saya akan menginginkan Anda di setiap saat
Marke bhi dil se yeh pyaar na hoga kam
Bahkan setelah kematian ini cinta dari hati saya tidak akan berkurang
Teri voh baatein, voh chaahat ki rasmein
Kata-kata dari Anda, tindakan cinta
Jhoothe the vaadein, kya jhoothi thi kasmein
Apakah janji-janji dan sumpah kebohongan?
Jaane tamanna kya yeh sach hai, bas itna keh de
Impian kekasih, apakah ini benar, katakan saja padaku sejujurnya
Toot jaaye na lamha aitbaar ka
Sehingga saat ini kepercayaan tidak akan rusak
De koi sila mere intezaar ka
Berikan saya beberapa alasan, untuk apa saya menunggu
–Wanita–
Chaaha hai tujhko, chaahoongi har dam
Saya telah diinginkan Anda, saya akan menginginkan Anda di setiap saat
Marke bhi dil se yeh pyaar na hoga kam
Bahkan setelah kematian ini cinta dari hati saya tidak akan berkurang
Teri hoon teri, jo chaahe kasam le le
Aku milikmu, ambil sumpah apapun yang Anda inginkan dari saya
Mujhko hamraahi tu apne gham de de
Berikan kesedihan Anda kepada saya, sahabat saya
Saari umar hai mujhko dard judaai ka sehna
Sepanjang hidupku aku harus menanggung rasa sakit perpisahan
Raaste mein khoyi hai manzilein meri
Saya kehilangan jalan tujuan saya
Mere saath jaayengi mushkilein meri
Bersamaku akan datang masalahku
–Pria–
Chaaha hai tujhko, chaahoonga har dam
aya telah diinginkan Anda, saya akan menginginkan Anda di setiap saat
Marke bhi dil se yeh pyaar na hoga kam
Bahkan setelah kematian ini cinta dari hati saya tidak akan berkurang
–Wanita–
Tu saamne hai mere, phir kyoon yeh doori hai
Anda berada di depan saya, lalu mengapa ada jarak di antara kita?
Tujhe kaise bataaoon main, haai kya majboori hai
Bagaimana saya bisa memberi tahu Anda apa ketidak berdayaan ini
Yeh bhi koi jeena hai, sirf aansu peena hai
Apakah jalan hidup ini, hanya ada untuk meminum air mata
Sirf aansu peena hai, yeh bhi koi jeena hai
Hanya ada untuk meminum air mata, apakah ini cara untuk hidup
Bagi yang mau mendownload lagu nya, klik di sini.
Dan untuk video clipnya klik di sini.
Tinak Tin Tana
Berikut adalah lagu ‘Tinak Tin Tana’ dari film ‘Mann’.
–Pria–
Tinak tin taana, voh dhun to baja na
Tinak tin taana, bermain yang mengalahkan
Dhinak dhin naachoon main
Dhinak Dhin, aku akan menari
Gaaye dil, jhoome zamaana
Hatiku menyanyi, dunia bergetar
–Wanita–
Tinak tin taana, voh dhun to baja na
Tinak tin taana, bermain yang mengalahkan
Dhinak dhin naachoon main
Dhinak Dhin, aku akan menari
Gaaye dil, jhoome zamaana
Hatiku menyanyi, dunia bergetar
–Pria–
Bulaaye run jhun run jhun run jhun karti paayal
Gelang kaki Anda memanggil saya, gemerincing
Hawa mein udta udta aaye maheka aanchal
Dalam angin datang terbang syal harum Anda
–Wanita–
Tujhe batlaaoongi main mann ki saari baatein
Aku akan memberitahu Anda semua kata-kata hatiku
Guzaare kaise kaise maine yeh din raatein
Bagaimana saya menghabiskan hari ini dan malam
–Pria–
Mere nainon ke darpan mein
Dalam cermin dari mataku
Meri yaadon ke aangan mein
Di halaman depan kenangan saya
Meri saanson mein jeevan mein
Dalam napas saya, dalam hidup saya
–Wanita–
Sirf teri khushboo hai
Hanya ada aroma Anda
–Pria–
Sirf tera chehra hai
Hanya ada wajah Anda
–Wanita–
Sirf tera charcha hai
Hanya ada menyebutkan Anda
–Pria–
Sirf tera pehra hai
Hanya ada tempat berlindung Anda
–Wanita–
Tinak tin taana, voh dhun to baja na
Tinak tin taana, bermain yang mengalahkan
–Pria–
Dhinak dhin naachoon main
Dhinak Dhin, aku akan menari
Gaaye dil, jhoome zamaana
Hatiku menyanyi, dunia bergetar
Tere bin jeena jeena jeena ab nahin jeena
Tanpa Anda sekarang aku tidak hidup
Judaai waala aansu ab humko nahin peena
Sekarang kita tidak minum air mata pemisahan
–Wanita–
Tujhe main alkon palkon mein apni rakh loongi
Aku akan menjaga Anda berada di kunci rambut saya, di bulu mataku
Tujhe main pal pal pal pal sachi chaahat doongi
Saya akan memberi Anda kasih yang sejati sepanjang waktu
–Pria–
Tujhe baahon mein bhar loonga
Aku akan mengisi Anda dalam pelukanku
Teri zulfon se kheloonga
Saya akan bermain dengan rambut Anda
Tere saare gham le loonga
Saya akan mengambil semua kesedihan Anda
–Wanita–
Tu hi mera dilbar hai
Hanya Anda adalah cinta saya
–Pria–
Tu hi meri dhadkan hai
Hanya Anda adalah detak jantung saya
–Wanita–
Tu hi mera jaanam hai
Hanya Anda adalah kekasih saya
–Pria–
Tu hi mera hamdam hai
Hanya Anda adalah teman hidup saya
–Wanita–
Tinak tin taana, voh dhun to baja na
Tinak tin taana, bermain yang mengalahkan
–Pria–
Dhinak dhin naachoon main
Dhinak Dhin, aku akan menari
Gaaye dil, jhoome zamaana
Hatiku menyanyi, dunia bergetar
–Wanita–
Dhinak dhin naachoon main
Dhinak Dhin, aku akan menari
Gaaye dil, jhoome zamaana
Hatiku menyanyi, dunia bergetar
–Pria–
Hoye, dhinak dhin naachoon main
Dhinak Dhin, aku akan menari
Gaaye dil, jhoome zamaana
Hatiku menyanyi, dunia bergetar
Bagi yang mau mendownload lagu nya, klik di sini.
Dan untuk video clipnya klik di sini.






